Blogger Widgets
Adventure story of life adalah kumpulan dari beberapa perjalanan cerita petualangan dan kehidupan oleh penulis maupun reader yang dikemas serta dibingkai dengan baik agar mudah untuk dipahami dan disimak ulang oleh readers

Translate

Saturday, 19 December 2015

Pulau Sempu nan Menawan



Hello,sahabat adventures selamat datang dan selamat berjumpa kembali…
Pada edisi kali ini para sahabat adventure akan berbagi dari sebuah perjalanan yang pernah dikunjungi yaitu di Pulau Sempu. Pulau Sempu yang berada di Pantai (Tempat Pelelangan Ikan) Sendang Biru Kabupaten Malang (Malang Selatan), Propinsi Jawa Timur. Dan terletak di Desa Tambak Rejo Desa, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang tersebut adalah salah satu tempat wisata yang semakin banyak dikunjungi oleh para wisatawan.
          Mengenal status pulau sempu sendiri merupakan sebagai cagar alam yang memiliki luas sekitar 877 hektar di bawah naungan Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) Provinsi Jawa Timur dan memiliki empat ekosistem yaitu ekosistem hutan mangrove, hutan pantai, danau dan hutan tropis dataran rendah. sebagai tempat kegiatan penelitian dan observasi dan bukanlah sebagai objek wisata namun karena berbenturan dengan masyarakat,  juga pulau tersebut adalah salah satu mata pencaharian masyarakat pesisir pulau. Namun karena eksistensinya yang semakin tinggi dan pada akhirnya pulau tersebut banyak dikenali oleh masyarakat hingga menjadi objek wisata yang paling sering dikunjungi. :)
Pada perjalanan kali ini para sahabat adventure melakukan perjalanan dengan menggunakan kendaraan pribadi yang ditempuh dari kota Surabaya sampai ke kota malang menuju  ke Malang selatan atau pulau sempu dengan jarak sekitar 69KM. Jalur yang kita lewati adalah melalui sidoarjo, kota malang dan malang selatan, agak lumayan dekat juga. Perjalanan kami mulai disurabaya pukul 21.00 dengan kecepatan yang normal sambil menikmati keindahan malam diperjalanan,sampai tiba di Kota Malang  pada pukul 23.00 dan sebelum menlanjutkan perjalanan kami istirahat sejenak dengan berwisata malam di kota batu dan memutuskan untuk bermalam juga.
        Mentari pagi sudah mulai terbit,segeralah kami melanjutkan perjalanan ke lokasi yang dituju yakni Pulau Sempu. Perjalanan dari kota Malang menuju ke Pulau sempu berkisar 69KM, dengan jalur Malang kota ke Malang selatan lumayan juga kan hehe. Setelah kurang lebih 90 menit perjalanan akhirnya tibalah kami di objek wisata yang dituju. Namun sampai ditempat tujuan pertama kami adalah Pantai Sendang Biru atau yang disebut TPI (tempat pelelangan ikan), karena Pulau sempu adalah gugusan pulau yang siapit oleh Samudra Hindia. Akhirnya kami meparkirkan kendaraan dilokasi Pantai sendang biru dengan biaya 10.000/mobil. Dan kami melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menuju pulau dengan mengunakan jasa perahu nelayan untuk mengantarkan kami kelokasi terebut. Tidak terlalu mahal juga hanya sekitar 150rb, kami bertujuh akhirnya segera bergegas menaiki perahu tersebut. :).
Spektakuler nan Nampak sekali keindahan bibir pantai perjalanan menuju ke pulau sempu tampak indah dan eksotik. Sepertinya tidak sia-sia perjalanan kami kemari, di atas perahau terdengar dengan suara alunan ombak yang bergemuruh menyambut kedatangan kami semua. Kurang lebih 15 menit sudah berkeliling dibibir pantai sendang biru menuju ke pulau sempu dan akhirnya kami sampai dilokasi yang dituju yakni pulau sempu. sesampai dilokasi tersebut teman2 tidak perlu khawatir bagaiamna untuk kembali pulang karena nahkoda perahu tersebut telah meninggalkan nomor telepon, jadi suatu saat jika kita ingin kembali pulang tinggal di calling saja
Sesampainya di pulau sempu kami tepukau kembali dengan pesona keindahan alam yang berada didalamnya dengan pasir putih yang halus, airnya yang jernih dan ekosistem laut yang indah. Segeralah kami sedikit mengeksplore pulau tersebut, namun tidak terlalu jauh karena kami tidak menggunakan perlatan survive.

Tips bagi teman2 yang datang ke pantai tersebut adalah jaga lingkungan sekitar alam agar tetap terjaga alamiahnya dengan tidak membuang sampah sembarangan ataupun merusak ekositem alam dan hutannya.
            Namun apabila teman-teman ingin berenang di pantai sempu tersebut kami menyarankan untuk berhati-hati sebabnya di bawah pantai tersebut berisi banyak batu karang. Berikut sekilas kisah dari perjalanan cerita kami di Pulau Sempu, Terima kasih sudah membaca dan tak lupa untuk tinggalkan pesan :):):)

Friday, 4 December 2015

The Little Of Singapore in Surabaya

Hay.. Sobat Adventure bertemu kembali di Adventure Is Story of Life. Pada edisi kali ini Sang Penulis bersama Sahabat CRABS Magazine akan menampilkan beberapa tempat Kece di kota Surabaya. Iya, tempat kece … Ingin tau tempat-tempat kece apa saja yang ada di kota Surabaya ini. Yuk, kita Simak perjalanan liputan kami…

Nah, untuk tempat kece pertama kali ini kami akan memperkenalkan dengan sobat semua yang namanya The Little Of Singapore in Surabaya atau lebih tepatnya dikenal dengan Patung Merlion made Indonesia Patung tersebut beada di CitraLand, lokasinya di Surabaya Barat, daerah Lontar. Selain itu disisi lain setelah kita Masuk di kawasan Citraland kita akan disambut dengan tempat yang sejuk, nyaman, asri, jadi enaklah kalau dibuat hang-out, Hunting Foto berkesan perumahan elit gitu hehe. Kanan kiri jalan ada banyak tempat-tempat makan bergaya modern,mulai dari gaya kelas Asia dan Eropa pun ada serta  rame juga warungnya. Keindahan serta nuansa lokasi tersebut sangatlah cocok untuk dibuat Bersantai,relaksasi dan berolahraga di pagi hari.


Kesan Singapura-nya pas banget Terpesona dengan tata letaknya, bangunan-bangunan modern dipadu dengan hijaunya lingkungan. Kaget setengah mati setelah melihat sebuah bangunan yang mirip banget dengan patung singa bertubuh ikan. Ini sih mirip banget dengan yang di Singapura. Patung merlion berdiri kokoh di tepi danau buatan, meski besarnya tidak sebesar aslinya yang lebih menarik lagi pada saat sore hari air mancurnya akan dinyalakan dan serasa seperti Negara aslinya Singapura,padahal sebetulnya saat ini sedang berada di Surabaya.:)  kesan Singapura-nya pas banget. Bangunan-bangunan, tata letak , taman dan jalannya pun sama seperti Kota di Negara aslinya. Pantas saja kalau tempat tersebut lebih akrab dan dikenal dengan Singapore Of Surabaya.
Berikut sekilas kisah dari perjalanan liputan cerita kami di Little Of Singapore Surabaya, Terima kasih sudah membaca dan tak lupa untuk tinggalkan pesan.


Friday, 27 November 2015

Cantik nan Eksotiknya Kedung Tumpang

Hai,sahabat adventures apa kabar??? Baik... Selamat datang dan Berjumpa kembali di Adventure Is Story Of Life :).

Pada edisi kali ini Sahabat adventure akan berbagi cerita perjalanan yang pernah dikunjungi yaitu di Pantai Kedung Tumpang. Pantai Kedung Tumpang yang terletak di desa Pucanglaban,  kec. Pucanglaban Tulungagung. Lokasi pantai Kedung Tumpang tersebut berada searah dengan pantai Molang. Pada perjalanan kali ini para sobat adventure trip dengan menggunakan kendaraan pribadi yang ditempuh dari kota Surabaya menuju ke kota Tulungagung, dengan jarak perjalanan Surabaya ke  kota Tulung agung berkisar 5-6 Jam atau setara dengan 165KM. Jalur yang kita lewati adalah melalui mojokerto, jombang dan Kediri, Selain jalur tersebut kita juga dapat melalui jalur dari arah Malang-Blitar. Namun, Jalur lalu lintas jika kita melalui jalur yang pertama relatif lumayan lancar, dan juga relatif mudah dilewati karena tidak macet :).
Namun jika sahabat adventures dari kota Tulungagung ikuti petunjuk ke arah Blitar, hingga sampai di pertigaan Ngunut dan belok arah kanan. Jalan lurus mentok ketemu pertigaan lampu merah lalu belok kiri sekitar 21meteran hingga ketemu pertigaan pertama dan belok ke kanan mentok ketemu pertigaan belok kanan mentok belok kiri mentok ketemu pos jaga belok kanan sekitar 1KM'an ketemu pertigaan pertama belok kiri. Dari sini jalan mulai menanjak dan berkelok kelok yang mana tempat ini di kenal dengan sebutan Bukit Luk Songo (bukit kelok sembilan). Lepas dari bukit luk songo ikuti jalan hingga pasar Puser. Setelah Pasar Puser ketemu pertigaan ambil lurus mengikuti petunjuk ke pantai Molang. Dari sini tinggal mengikuti jalan utama hingga masuk desa Pucanglaban dan di ujung desa Pucanglaban terdapat pertigaan Pos Portal. Di pertigaan ini sudah dipasang papan petunjuk ke Pantai Kedung Tumpang yaitu belok kanan dimana kondisi jalan sudah berubah menjadi makadam (tanah berbatu). Perjalanan kami mulai disurabaya dari pukul 20.00 dengan kecepatan  normal sembari menikmati keindahan malam diperjalanan,sampai tiba di tulungagung pada pukul 00.20 Cukup melelahkan dan lumayan agak lama juga bagi kami,hehe. Meskipun begitu kita tetap melanjutkan perjalanan dan hari sudah mulai larut malam hingga akhirnya kita bersama teman-teman yang lain memutuskan untuk beristirahat di Masjidagung, kota tulungagung.
          Mentari pagi sudah mulai terbit,segeralah kami melanjutkan perjalanan ke lokasi yang dituju yakni Pantai Kedung Tumpang. Perjalanan dari kota tulung agung menuju ke Kedung Tumpang berkisar antara 120menit,lumayan agak lama :D. Pantai Kedung Tumpang adalah sebuah gugusan tebing karang yang membentang luas dari sisi barat pantai Blabak hingga sisi timur pantai Glogok dan tidak memiliki hamparan pasir. Namun Kedung Tumpang bukanlah sekedar gugusan tebing karang biasa,namun di sepanjang gugusan tebing karang tersebut terdapat beberapa kolam-kolam  alami yang terbentuk akibat dari erosi ombak laut. dimana kolam-kolam tersebut sangatlah jernih,indah,cantik dan eksotis yang akan menggoda siapapun untuk berenang di dalamnya. Akan tetapi,sebelum sahabat adventures berenang sebaiknya teman-teman memperhatikan kondisi air laut tersebut. Waktu yang tepat untuk berenang adalah disaat air laut sedang surut, karena jika kondisi laut sedang pasang,maka ombak besar akan menghantam keras tebing karang dan tumpah kedalam kolam-kolam tersebut. Jika kondisinya seperti ini maka akan berbahaya jika sahabat adventures berenang,karena bisa jadi sobat akan terseret ombak tersebut.
Setelah 120 menit perjalanan akhirnya tibalah kami di objek wisata yang dituju. Namun sampai ditempat tujuan kita harus turun dari kendaraan, sebabnya dari objek wisata tersebut tidak memiliki akses kendaraan untuk masuk kedalam hingga akhirnya kita parkirkan kendaraan diluar objek wisata dengan tarif Rp 10.000/mobil. Itupun kita harus berjalan menuruni bukit kembali dari tempat parkir ke pantai Kedung Tumpang,dengan  jarak yang ditempuh berkisar 120menit atau setara dengan 4KM, cukup melelahkan juga kan :D. :).
Maklumlah karena wisata pantai ini merupakan wisata alami yang belum dikelola oleh dinas pariwisata Tulungagung dan masih dikelolah sendiri oleh warga sekitar. Jika kondisi fisik tidak memungkinkan kami menyarankan untuk ke lokasi tersebut dengan menggunakan trasportasi ojek warga yakni hanya dengan membayar seharga Rp. 15.000 rupiah sekali jalan. Sesampainya sahabat adventures dipantai kedung tumpang tersebut tidak akan sia-sia karena akan menikmati pesona keidahan, nan eksotik pantai tersebut melalui keindahan alam yang masih natural
Berikut sekilas kisah dari perjalanan cerita kami di Pantai Coro, Terima kasih sudah membaca dan tak lupa untuk tinggalkan pesan ;).

Tuesday, 17 November 2015

Pesona Kenjeran Park

Hay.. Sobat Adventure bertemu kembali di Adventure Is Story of Life. Pada edisi kali ini sang Penulis dan sahabat adventure akan berbagi cerita pengalaman dan perjalanan wisata di Kenpark (Kenjeran Park). Pasti Sobat adventure tidak asing dengan yang namanya KenPark atau Kenjeran Park, Kenpark sendiri adalah Objek wisata Pantai Kenjeran yang telah diperbaharui. Pantai kenjeran adalah satu-satunya pantai yang ada di daerah Surabaya. Pantai Kenjeran ini terletak di sebelah Timur Kota Surabaya, Jika dari pintu masuk provinsi Jawa Timur dapat  melalui Jalan Waru -  Ahmad Yani - Wonokromo, lalu Basuki rahmat – pemuda - Dharmahusada (Prof.Dr.Moestopo) setelah itu Kalijudan/Mulyosari dan Kenjeran.   kegiatan yang dapat kita lakukan di Pantai kenjeran Lama yakni sobat bisa menikmati indahnya panorama pantai, memancing, berlayar, dan berbelanja berbagai ikan laut.
Pantai ini letaknya tepat di kecamatan Kenjeran timur Surabaya, sekitar 9 Km dari pusat kota Surbaya. Pantai Kenjeran ini mempunyai dua pantai,yaitu pantai lama dan pantai Kenjeran baru. Pantai Kenjeran menyimpan banyak sekali keindahan, ombaknya yang sangat tenang,pepohonan yang jarang, pantainya yang dangkal dan berangin menjadikan tempat ini banyak menjadi alternative wisata yang banyak di kunjungi oleh masyarakat sekitar. banyak kegiatan yang dapat sobat adventure bisa kita lakukan disana, seperti

Sementara kegiatan yang bisa kita lakukan di pantai kenjeran yang baru adalah tempat ini biasanya juga digunakan untuk kegiatan olahraga, seperti tenis, Pacuan kuda, Balap motor, memancing, Berenang, terdapat tempat bermain anak-anak. Dan tak lupa bagi sobat adentures yang memiliki hobi fotografi,pantai kenjeran baru tersebut sangatlah cocok untuk dipakai sebagai objek hunting foto. Namun sayangnya kebersihan dan tata letaknya kurang terjaga, masih banyak sampah yang berserakan. Jika beruntung, saat air pasang, kita bakal disuguhi atraksi olah raga selancar angin.Kenjeran sendiri adalah sebuah kecamatan di Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur, Indonesia.
Sekitar 10 kilometer dari Pantai Kenjeran tersebut, terdapat dua objek wisata yang tidak kalah popular yaitu Taman Hiburan Pantai Kenjeran dan Pantai Ria Kenjeran. Sebenarnya tempat wisata ini sama semua,masih satu tempat tapi memang berbeda namanya Tak heran bila tempat wisata ini di kunjungi banyak wisatawan apalagi di hari libur. Tempat parkirnya yang luas, sehingga dapat menampung ratusan kendaraan roda dua maupun roda empat. Untuk masuk dalam tempat wisata ini, setiap pengunjung dikenai tiket masuk Rp 2.000. Di sana kita juga bisa melihat anak-anak sekitar Pantai Kenjeran tersebut yang sedang menangkap kepiting. Umpan yang mereka gunakan untuk menangkap kepiting itu adalah kepala ikan. Cara menangkap kepiting ala anak-anak itu ternyata juga sangat mudah cukup umpan dipasang dalam jaring dari kawat lalu tinggal dicemplungkan saja ke dalam laut, dan tunggu beberapa saat, pasti kepiting itu akan tertangkap. Di sekitar Pantai Kenjeran tersebut juga bisa menemukan jajanan khas Surabaya seperti lontong kupang, sate kerang, rujak cingur, es dawet, putu, kelepon,dll yang dijajakan di sekitar pantai. Di lokasi ini juga terdapat banyak pedagang yang menjajakan bermacam-macam jenis makanan yang berbahan dasar ikan laut dan berbagai macam jenis ikan laut yang mentah dan segar,ada juga yang sudah matang dan siap untuk dimakan. Souvenir bermacam-macam kreasi berbahan binatang laut, kerajinan khas pantai juga banyak dijajakan para penjual di Pantai Kenjeran tersebut, kita tinggal melangkah ke kios-kios yang berjejeran disana. Semenjak tempat wisata ini diresmikan, banyak orang yang datang ke tempat peribadatan yang dibangun di sudut Pantai Ria kenjeran. Selain bersembayang, ada juga yang datang untuk sekedar memuaskan rasa ingin tahunya. Sensasi keanggunan patung Dewi Kwan , atau ada juga patung Budha raksasa berwajah empat. Ingin tau bagaimana Indahnya Kenpark Surabaya, Untuk itu segeralah berkunjung ke objek tersebut ;). Berikut sekilas kisah dari perjalanan cerita kami diKenpark (Kenjeran Park), Terima kasih sudah membaca dan tak lupa untuk tinggalkan pesan :)



Saturday, 31 October 2015

Pesona Paralayang Part 2


Haii... Sobat Adventures selamat datang kembali di Adventure is Story of Life ;)
     
     Pada Edisi kali ini sang penulis  serta sobat adventure akan berbagi dari cerita perjalanan dari Sahabat Torcy (Touring Surabaya Community). Pada Trip kali ini kami mengunjungi sebuah spot yaitu Gunung banyak atau yang biasanya dikenal sebagai Wisata Paralayang. yang terletak di Kota Batu - Malang, Propinsi Jawa Timur. Paralayang adalah salah satu wisata yang bagus di kota Batu, Malang. Merupakan spot paralayang yang cukup di kenal oleh masyarakat Jawa Timur. Maka Tidak heran apabila sebagian besar wisatawan yang berkunjung ke paralayang ini adalah mayoritas yang berasal dari kota Surabaya,Sidoarjo,Gresik dan sekitarnya. 
     Kami datang ketempat tersebut bedasarkan referensi dari dari teman kami sebelumnya  yang pernah berkunjung ke Gunung Banyak atau Paralayang. Pada Perjalanan kali ini kami berangkat kelokasi tujuan dengan menggunakan Sepeda Motor. Sebelum berangkat ke lokasi kami beserta teman2 yang lain berkumpul terlebih dahulu di depan RSAL Surabaya. Pada kali ini kami melakukan perjalanan malam hari, sembari ingin melihat dan menikmati pemandangan serta sensasi Perjalanan di malam hari dengan menggunakan motor. Sesekali kami berhenti di SPBU untuk mengisi bahan bakar, selama di perjalanan. Saat melakukan perjalanan beberapa dari anggota kami terpencar, kerena kurang koordinasi saat mau berhenti di SPBU yang mengarah ke Pandaan. Hingga kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan  dengan memberikan informasi melalui sms untuk berkumpul dan istirahat sejenak di alun-alun, Batu - Malang.
Selesai mengisi Bahan Bakar kami langsung melanjutkan perjalanan kembali menuju alun-alun untuk menyusul rekan kami yang berpencar dari perjalanan. Tidak lama kemudian, setelah dekat arah menuju ke alun-alun malang. Lha.. ternyata kami bertemu kembali diperjalanan yang sama, hingga kamipun segera melanjutkan perjalanan.
Setelah beberapa jam perjalanan kemudian tibalah kami beserta teman2 yang lain di alun-alun Kota Batu, serasa terlihat teman2 kami kelelahan diperjalanan hingga akhirnya kita memutuskan untuk istirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan ke Gunung Banyak atau Wisata Paralayang.  Berbagai macam hal yang kita lakukan di alun-alun tersebut ada yang istirahat sejenak di masjid sekitar alun-alun da nada juga yang makan disekitar alun-alun hehe. Sempat teman kami menemukan beberapa macam aneka cemilan di sekitaran alun-alun,dan setelah dirasakan ternyata perut kami semakin lapar hingga kami memutuskan untuk tidak memilih cemilan namun makan santap malam Hehe.. dan hingga akhirnya kebetulan ada pedagang nasi goreng. Tanpa pikir panjang Karena kami juga sangat lapar kitapun langsung memesan nasi goreng tersebut.
Setelah dirasa cukup agak lama beristirahat kami beserta teman2 langsung melanjutkan perjalanan berikutnya menuju ke tujuan utama yakni Wisata Paralayang,berkisar antara 45 Menit dari alun-alun kota Batu. Sampai juga kami dipintu masuk gerbang wisata paralayang, sampai ditempat lokasi kami segera membeli tiket masuk, harga tiketnya pun tidak terlalu mahal yakni seharga Rp.5000/orang dan dikenakan Biaya Parkir didalam kawasan sekitar Rp.5000/motor. Segara bergegas kami naik ke bukit Wisata Paralayang tersebut dengan menikmati hilir angin yang begitu dingin dimalam hari beserta terlihat lampu-lampu kota dari atas bukit paralayang. Kami juga menyempatkan diri untuk berfoto-foto bersama :).

Karena Udara dilokasi  begitu dingin,sehingga kami tidak terlalu berlama-lama untuk berfoto,dan kamipun bersinggah ke tempat angkringan di sekitar kawasan yang tersedia, Maklum karena pada saat itu kami datang kelokasi berkisar pukul 01.15 hehe. Namun jika teman2 nantinya yang ingin berkunjung pada malam hari tidak perlu khawatir karena dilokasi Wisata paralayang tersebut terdapat beberapa gubug angkringan untuk beristirahat atau sejenak untuk menghangatkan badan.
Hingga akhirnya waktu  subuh hari, kami mulai beranjak ke mushola yang tersedia dilokasi dan Segeralah kami menunaikan ibadah sholat subuh berjamaah. Setelah selesai kami beribadah kamipun kembali naik ke bukit paralayang untuk menikmati pemandangan Sunrise di pagi hari serta tak lupa untuk menyempatkan diri berfoto bersama hehe. 

Cukup lama kami berfoto-foto bersama. Perut kami sudah merasakan lapar yang sangat berat. Hehe… tidak lama kemudian kami segera turun menuju tempat parkir dan segeralah kami meluncur ke alun-alun Batu-Malang untuk mencari sarapan pagi. 

 Namun, Na’as ketika kami melakukan perjalanan menuju ke alun-alun,ada salah satu teman kami mengalami kecelakaan. Kejadiannya pada saat itu terdapat sebuah tikungan yang cukup curam dan terdapat tumpahan air di sepanjang tikungan tersebut,hingga akibatnya ada seorang pengendara di depan kami yang tiba-tiba terjatuh karena terpeleset akibat dari tumpahan air tersebut. Dengan Spontan salah satu teman kami berusaha menghindari pengendara dan segera menginjak rem, Namun motornya juga ikut tegelincir yang diakibatkan karena tumpahan air tersebut.  Beruntungnya jarak antara pengendara yang terjatuh dengan teman kami tidak terlalu dekat. Dan bersyukurnya tidak terjadi kecelakaan yang terlalu parah , hanya terdapat luka ringan di badan akibat dari pergeseran motor tersebut.
          Setelah dirasa semuanya kembali normal kamipun  melanjutkan perjalanan untuk pulang ke Surabaya, berkisar antara 45 menit dari Wisata Gunung banyak atau paralayang menuju ke alun-alun kota Batu-Malang. Sebelum kami melanjutkan perjalanan menuju ke Surabaya kami beristirahat sejenak di alun-alun batu untuk mencari srapan pagi, pas kebetulan pada saat itu beberapa teman kami juga kelaparan hehe. Selesai beristirahat kamipun melanjutkan perjalanan pulang hingga akhirnya sampai di daerah Pandaan, kami mampir sebentar ke Masjid Cheng Ho untuk istirahat kembali sembari melihat-lihat bangunan disekitar area masjid. Berkisar 15 menit lamanya kami beristirahat, segera kamipun melanjutkan perjalanan pulang. Hingga akhirnya tiba di Kota Surabaya dan kami langsung memutuskan untuk berpisah menuju kearah rumah masing-masing. Demikianlah kisah perjalanan kami saat berkunjung ke Bukit Banyak atau Wisata Paralayang Batu-Malang, Terima kasih sudah menyimak dan membaca serta tak lupa untuk tinggalkan Pesan atau Coretan :)