Blogger Widgets
Adventure story of life adalah kumpulan dari beberapa perjalanan cerita petualangan dan kehidupan oleh penulis maupun reader yang dikemas serta dibingkai dengan baik agar mudah untuk dipahami dan disimak ulang oleh readers

Translate

Wednesday, 23 September 2015

Indahnya Pantai Coro

Hai,Sobat Adventures selamat datang dan selamat bertemu kembali… Pada edisi kali ini sahabat adventures akan berbagi dari sebuah perjalanan yang pernah kami kunjungi yaitu di Pantai Coro. Pantai Coro yang terletak diujung Selatan Jawa Timur, tepatnya di Kabupaten Tulungagung. Lokasi Pantai Coro berada disebelah timurnya wisata Reco Sewu Popoh, Pantai coro tersebut terletak di Desa Gerbo Kecamatan Besuki Tulungagung. 
               Pada perjalanan kali ini para sahabat adventure melakukan perjalanan dengan menggunakan kendaraan pribadi yang ditempuh dari kota Surabaya menuju kota Tulungagung, dengan jarak perjalanan Surabaya ke  kota Tulungagung berkisar 5 Jam atau setara dengan 156KM. Jalur yang kita lewati adalah melalui Mojokerto, Jombang dan Kediri, Selain jalur tersebut kita juga dapat melalui jalur dari arah Malang-Blitar. Namun, Jalur lalu lintas jika kita melalui jalur yang pertama relatif lumayan lancar, dan juga relatif mudah dilewati karena tidak macet :). Perjalanan kami mulai dari Surabaya pada pukul 21.00 dengan kecepatan yang normal sembari menikmati keindahan malam di tengah perjalanan,sampai tiba di kota Tulungagung pada pukul 00.10 Cukup melelahkan dan lama juga bagi kami,hehe. Meskipun begitu kita tetap melanjutkan perjalanan dan waktu sudah mulai menujukkan larut malam hingga akhirnya kami bersama teman2 yang lain memutuskan untuk beristirahat di Masjid Agung kota tulungagung.
              Mentari pagi sudah mulai terbit,segeralah kami bergegas untuk melanjutkan perjalanan ke lokasi yang dituju yakni Pantai Coro. Perjalanan dari kota tulungagung menuju ke pantai coro berkisar antara 90menit,lumayan dekat kan hehe. Setelah 90 menit perjalanan berlalu akhirnya tibalah kami di objek wisata yang dituju. :). :).
Namun sampai ditempat tujuan kita harus turun dari kendaraan, dan melakukan perjalanan dengan berjalan kaki.sebabnya dari objek wisata tersebut tidak memiliki akses kendaraan untuk masuk kedalam hingga akhirnya kita parkirkan kendaraan diluar objek wisata dengan tarif Rp 10.000/mobil. Itupun kita harus berjalan kembali dari tempat parkir ke pantai coro, jarak yang ditempuh berkisar 40menit atau setara dengan 3KM, cukup melelahkan juga kan :D. Maklumlah karena wisata pantai ini merupakan wisata alami yang belum dikelola oleh Dinas Pariwisata Tulungagung. Fasilitas di pantai Coro juga belum ada, kamar mandi (WC) hanya terbuat dari terpal dan dikenakan biaya Rp. 2.000 untuk buang air kecil
Dan yang membuat perjalanan menjadi terasa lama menuju lokasi tersebut yaitu karena akses jalannya naik-turun dan berliku-liku, belum lagi kalau musim hujan dipastikan tergenang air dan banyak lumpur sehingga menjadi licin,tips untuk teman-teman yang ingin berkunjung kelokasi tersebut gunakanlah sepatu boot atau sepatu yang berbahan karet agar nyaman dan tidak tergelincir saat diperjalanan. Perjalanan menuju pantai Coro tidaklah mudah hingga dapat menjadi nilai tersendiri bagi kami, juga sangat bermanfaat bagi diri kita sendiri sebabnya kita dipaksakan untuk mendaki ,hehe. Hitung-hitung olahraga dan melatih pernafasan kita. 

Perjalanan 40menit telah berakhir dan sampailah kami dilokasi tersebut. rasa capek selama diperjalanan akan hilang seiring keindahan dan gemuruh ombak pantai coro yang sangat indah. Juga disepanjang jalan menuju pantai Coro ada beberapa pedagang makanan dan minuman dengan tenda kecil jadi jangan khawatir jika kehausan dijalan, sebabnya banyak yang jual minuman.

Indahnya berwisata ke pantai Coro,sehingga kami juga dapat menikmati hamparan pasir putih dengan ombak yang lumayan cukup besar serta teman-temanpun juga dapat berfoto ria dengan sudut pandang yang teman2 inginkan,sebabnya di Pantai coro tersebut Keindahan Panoramanya masih Natural ;). Namun apabila teman-teman ingin berenang di pantai Coro tersebut kami menyarankan untuk berhati-hati sebabnya di bawah pantai tersebut berisi banyak batu karang.
Berikut sekilas kisah dari perjalanan cerita kami di Pantai Coro, Terima kasih sudah membaca dan tak lupa untuk tinggalkan pesan, See you the next trip :)

Friday, 11 September 2015

Estafet to Bromo

Hay, Sobat Adventures... Pada edisi pertama ini sahabat adventures akan berbagi pengalaman cerita dari sekumpulan anak muda yang tangguh dan luar biasa. yang berawal dari sekumpulan anak muda yang memiliki hobi yang sama sehingga membentuk komunitas baru yang bernama Torcy (Touring Comunity) untuk itu yuk sama-sama kita simak berikut ceritanya :)
Selamat datang di petualangan Torcy; Ini merupakan perjalanan pertama kami dan merupakan perjalanan yang sangat berkesan bagi kami. Mengapa ?... Selain karena perjalanan trip kami yang pertama, juga karena kami berangkat dengan berjalan kaki layaknya sekumpulan orang-orang nyasar. hehe...
Kisah perjalanan ini terjadi saat kami duduk di bangku SMA ,kira-kira pada tahun 2000an. hehe Mental kami begitu kuat sehingga kami berani melakukan perjalanan sejauh itu dengan tidak menggunakan kendaraan pribadi. Mungkin karena masih muda, jadi semangat kami masih bergejolak dan menggebu akan hal-hal yang sedikit menantang. memang benar pada saat itu kami sangat menyukai suatu kegiatan yang berbau ekstrim :). Bayangkan saja, saat itu kami berangkat dari Surabaya menuju ke gunung Bromo untuk trip yang pertama dengan berjalan kaki dan terkadang kami menumpang pada kendaraan truk ataupun pick-up.
Kami berangkat dari Surabaya pada pagi hari,sekitar pukul 06.00. kami langsung berjalan kaki menuju arah Sidoarjo. Sesampainya di sidoarjo,kamipun mendapatkan tumpangan mobil pick-up pengiriman barang dan diantarlah dari alun-alun sidoarjo sampai ke porong sidoarjo. Karena pick-up tersebut mengarah ke kota malang sedangkan kami mengarah ke Pasuruan Probolinggo,maka kami turun dari pick-up tersebut,dan tak lupa pula mengucapkan terima kasih kepada sopir pick-up tersebut
Lalu kami melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menuju ke arah probolinggo . Kira-kira kami berjalan sekitar 10 KM, kami mendapatkan tumpangan lagi dari sebuah truk berukuran sedang. cukup lama kiranya kami menumpang sekitar 10 KM dengan truk itu. Dalam perjalanan ini kami merasa senang sekali karena ini adalah perjalanan ekstrim pertama kami,sehingga selama di perjalanan pun kami sering bercanda tertawa bersama. Tak lama kemudian kami melihat adanya sebuah masjid di depan,dengan spontan kami meminta sopir truk untuk berhenti dan menurunkan kami.
Perlu di ketahui,meskipun kami masih muda dan terbiasa bercanda hingga tertawa dengan puasnya sampai-sampai terkadang lupa waktu. Tetapi,di sisi lain kami juga dapat menjadi orang yang sangat serius. Kami tidak melupakan kewajiban dan tanggung jawab kami sebagai seorang manusia. Kami tidak melupakan untuk beribadah,sebagai seorang yang beriman. Itulah indahnya kami. Kami selalu saling mengingatkan satu sama lain. Itulah keunggulan kami. :-)
Setelah kita beribadah kitapun beristirahat sejenak,setidaknya untuk melepas rasa lelah kami sekaligus memakan bekal sarapan kami untuk menambah energi kembali. Sekitar 20 menit kita beristirahat,kamipun melanjutkan kembali perjalanan kami dengan berjalan kaki. Kali ini kita berjalan kaki cukup jauh hingga masuk kabupaten Probolinggo. Kitapun mencari arah yang menuju ke terminal Probolinggo,karena itu kami mengikuti kemana arah bis penumpang yang menuju ke Probolinggo.
Sekian lamanya kita berjalan,akhirnya kami sampai juga di terminal Probolinggo. Kami melihat di sekitar terminal terdapat beberapa minibus colt,dan sopir colt tersebut yang sedang ngetime dengan sopir lainnya. Tak sedikit sopir-sopir tersebut yang melihat kearah kami,dan salah satu sopir tersebut akhirnya menawarkan jasa angkutannya kepada kami. Saat itu kita memang benar-benar lelah dan ingin cepat sampai ke tujuan. Kitapun sempat berpikir untuk naik colt tersebut. Tetapi perjuangan kami untuk naik colt tersebut tidaklah mudah begitu saja,kami harus bernegosiasi terlebih dahulu dengan sang sopir,karena tarif yang mereka berikan cukup mahal untuk mengantar sampai di depan gerbang tempat perijinan gunung Bromo. Selang beberapa waktu ternyata susah juga nego sama si sopir, mentang-mentang kita emang lagi butuh. Hahaha...
Tak lama kemudian akhirnya kita meninggalkan negosiasi itu,dan kami berjalan menuju ke Pom bensin di sebelahnya. Kita kembali beristirahat sejenak,sekaligus beribadah. 10 menit kemudian,Eehh abang sopir colt itu mengisi bahan bakar di situ dan kembali menawarkan jasanya ke kami,sampai akhirnya sopir itu setuju dengan negosiasi pertama kami. Mungkin dia juga butuh duit banget kayak kita. Hehehe….
Segera mungkin kitapun lekas naik ke colt,pas di dalam,eh.. ternyata ada bule juga naik ke colt,kalo tidak salah sih 3 orang. Memang yah,Indonesia itu kaya banget. Nga cuma Import sandang dan kebutuhan pangan sehari-hari saja, bule pun juga ikutan di import sama Indonesia. Hahahaha.... Selama di perjalanan kami sudah mendapati pemandangan yang indah,terdapat pohon-pohon besar nan hijau di sekitar serta akses jalannya’pun sudah berkelok-kelok,udara yang terhirup mulai segar. Kira-kira perjalanan yang ditempuh sekitar 1 ½ jam,hingga pada akhirnya kami sampai di gerbang perijinan Gunung Bromo.

Waktu sudah menunjukan hari mulai gelap dan kamipun lekas masuk ke kawasan wisata gunung Bromo. Begitu kami masuk,mata kami di manjakan oleh pemandangan gunung Bromo yang sangat Indah dan Mengagumkan. sampai Si penulis sempat berpikir “ Sungguh betapa indahnya karunia yang di berikan oleh sang pencipta “. Cukup lama kami memandangi dan menikmati suasana Gunung Bromo, Setelah itu kami segera mencari tempat untuk mendirikan tenda untuk istirahat semalam yang berjumlah 2 unit. Seusai tenda terbentuk, segeralah kami istirahat sejenak. sebagian anggota beristirahat dengan menikmati suasana alam dan ada beberapa juga yang tidak beristirahat namun membuat kopi hangat. Udaranya sejuk dan suhunya sangat dingin sekali, apalagi kalau hari sudah larut malam. Sesuatu yang sangat menjengkelkan saat kopi yang di buat begitu panas,hanya 1 menit kopinya cepat dingin. ini pengalaman pertama dan menjadi pelajaran kami 'bahwa, jika memasak apapun di tempat yang suhunya lebih rendah maka segeralah dikonsumsi sebelum menjadi dingin'. Hehehe..
Waktu menunjukan sudah larut malam dan segeralah kami untuk beristirahat, pada malam hari pertama kami sulit untuk tidur, karena udaranya yang dingin meskipun berada di dalam tenda. Serta Sebelumnya kitapun sudah membuat api unggun namun tetap saja udara masih terasa dingin. Saat tengah malam kami terganggu oleh suara-suara anjing liar yang mengaung di sekitar tenda. Salah satu anggota yang satu tenda dengan penulis ini pun sempat tersenggol badannya oleh anjing liar tersebut.

Waktu menunjukan sudah mulai pagi, kamipun segera mempersiapkan diri untuk melanjutkan perjalanan menuju puncak Bromo sembari melihat pemandangan di atas puncak gunung Bromo. dan Spektakulernya di Pagi hari kami disambut dengan Sunset yang Sangat Indah yang berada di atas Bukit Bromo dengan Panorama View yang memberikan kesan tersendiri bagi kami; Layaknya Negeri diatas awan :).

Beriku Inilah tampilan gunung Bromo jika dilihat dari bukit dimana kami Istirahat dan memasang tenda.

 
Pemandangan yang begitu indah nan spektakuler.
Di sekitar lautan pasir gunung Bromopun di selimuti oleh kabut awan dipagi hari. Sambil menikmati pemandangan, sejenak kamipun merebus mie instan untuk sarapan pagi.
Setelah selesai sarapan,kamipun membongkar tenda dan segera melanjutkan perjalanan. kami lekas turun menuruni bukit Bromo menuju ke tangga pendakian gunung Bromo. Selama di lautan pasir Bromo,tak lupa kami menyempatkan diri untuk berfoto-foto,hitung2 abadikan momen hehe. Singkat cerita,akhirnya kami sampai juga di puncak gunung Bromo.
Mendaki gunung Bromo cukup capek dan melelahkan, karena jalannya yang berpasir dan cukup tinggi,terkadang kami terperosot kembali ke bawah,oksigen juga mulai menipis,butuh tenaga yang banyak untuk bisa sampai di puncaknya. Namun dari awal perjalanan kami yang begitu berat,Begitu sulit serta Melelahkan sebelum sampai di Gunung Bromo yang tidaklah mudah. terbayarkan semuanya sesampai kita dapat menikmati keindahan alam sang pencipta tersebut.

Pada sore harinya, kami mulai mempersiapkan diri untuk kembali ke Surabaya. Seperti biasa, kami pulang dengan berjalan kaki dan sesekali menumpang dengan truk maupun pick-up yang mau turun kebawah.
Ketika kami berjalan beberapa kilometer dari kawasan wisata gunung Bromo, beruntungnya kami mendapat tumpangan pick-up hingga ke terminal Probolinggo. Di terminal Probolinggo itulah, ternyata beberapa anggota terlihat sudah tidak mampu untuk melanjutkan perjalanan lagi. Hingga akhirnya kami memutuskan untuk naik bus dari terminal Probolinggo hingga ke Surabaya. Tidak ada suatu hal yang asik dan menarik lainnya selama kami naik bus,kami tidak bebas untuk meluapkan ekspresi kesenangan kami. Perjalanan sekitar 3 jam lamanya, hingga akhirnya kami sampai juga di terminal Osowilangon Surabaya,dan kami naik bus kota untuk kembali ke rumah salah satu anggota kami dimana awal kita berangkat.
Itulah kisah singkat perjalanan pertama kami di gunung Bromo. Selama masih bisa melangkah kami akan terus menjelajahi keindahan Serta Pesona Alam yang ada di Indonesia. Selamat bertemu lagi di kisah perjalanan kami berikutnya. See you the next Trip...

Thanks For Reading and Dont Forget to give comment :-)