Hay, Sobat Adventures... Pada edisi pertama ini sahabat adventures akan berbagi pengalaman cerita dari sekumpulan anak muda yang tangguh dan luar biasa. yang berawal dari sekumpulan anak muda yang memiliki hobi yang sama sehingga membentuk komunitas baru yang bernama Torcy (Touring Comunity) untuk itu yuk sama-sama kita simak berikut ceritanya :)
Selamat datang di petualangan Torcy; Ini merupakan perjalanan pertama
kami dan merupakan perjalanan yang sangat berkesan bagi kami. Mengapa ?... Selain karena perjalanan trip kami yang pertama, juga karena kami
berangkat dengan berjalan kaki layaknya sekumpulan orang-orang nyasar. hehe...
Kisah perjalanan ini terjadi saat kami duduk di bangku SMA ,kira-kira pada tahun 2000an. hehe Mental kami begitu kuat sehingga kami berani melakukan
perjalanan sejauh itu dengan tidak menggunakan kendaraan pribadi.
Mungkin karena masih muda, jadi semangat kami masih bergejolak dan
menggebu akan hal-hal yang sedikit menantang. memang benar pada saat itu kami sangat menyukai suatu kegiatan yang berbau ekstrim :). Bayangkan saja, saat itu
kami berangkat dari Surabaya menuju ke gunung Bromo untuk trip yang pertama dengan
berjalan kaki dan terkadang kami menumpang pada kendaraan truk ataupun
pick-up.
Kami berangkat dari Surabaya pada pagi hari,sekitar pukul 06.00. kami
langsung berjalan kaki menuju arah Sidoarjo. Sesampainya di sidoarjo,kamipun
mendapatkan tumpangan mobil pick-up pengiriman barang dan diantarlah dari
alun-alun sidoarjo sampai ke porong sidoarjo. Karena pick-up tersebut
mengarah ke kota malang sedangkan kami mengarah ke Pasuruan
Probolinggo,maka kami turun dari pick-up tersebut,dan tak lupa pula mengucapkan terima kasih kepada sopir pick-up tersebut
Lalu kami melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menuju ke arah
probolinggo . Kira-kira kami berjalan sekitar 10 KM, kami mendapatkan
tumpangan lagi dari sebuah truk berukuran sedang. cukup lama kiranya
kami menumpang sekitar 10 KM dengan truk itu. Dalam perjalanan ini kami
merasa senang sekali karena ini adalah perjalanan ekstrim pertama kami,sehingga selama
di perjalanan pun kami sering bercanda tertawa bersama. Tak lama
kemudian kami melihat adanya sebuah masjid di depan,dengan spontan kami
meminta sopir truk untuk berhenti dan menurunkan kami.
Perlu di ketahui,meskipun kami masih muda dan terbiasa bercanda hingga
tertawa dengan puasnya sampai-sampai terkadang lupa waktu. Tetapi,di
sisi lain kami juga dapat menjadi orang yang sangat serius. Kami tidak
melupakan kewajiban dan tanggung jawab kami sebagai seorang manusia.
Kami tidak melupakan untuk beribadah,sebagai seorang yang beriman.
Itulah indahnya kami. Kami selalu saling mengingatkan satu sama lain.
Itulah keunggulan kami. :-)
Setelah kita beribadah kitapun beristirahat
sejenak,setidaknya untuk melepas rasa lelah kami sekaligus memakan bekal
sarapan kami untuk menambah energi kembali. Sekitar 20 menit kita
beristirahat,kamipun melanjutkan kembali perjalanan kami dengan berjalan
kaki. Kali ini kita berjalan kaki cukup jauh hingga masuk kabupaten
Probolinggo. Kitapun mencari arah yang menuju ke terminal
Probolinggo,karena itu kami mengikuti kemana arah bis penumpang yang
menuju ke Probolinggo.
Sekian lamanya kita berjalan,akhirnya kami sampai juga di terminal
Probolinggo. Kami melihat di sekitar terminal terdapat beberapa minibus
colt,dan sopir colt tersebut yang sedang ngetime dengan sopir lainnya. Tak
sedikit sopir-sopir tersebut yang melihat kearah kami,dan salah satu
sopir tersebut akhirnya menawarkan jasa angkutannya kepada kami. Saat
itu kita memang benar-benar lelah dan ingin cepat sampai ke tujuan.
Kitapun sempat berpikir untuk naik colt tersebut. Tetapi perjuangan kami
untuk naik colt tersebut tidaklah mudah begitu saja,kami harus
bernegosiasi terlebih dahulu dengan sang sopir,karena tarif yang mereka
berikan cukup mahal untuk mengantar sampai di depan gerbang tempat
perijinan gunung Bromo. Selang beberapa waktu ternyata susah juga nego
sama si sopir, mentang-mentang kita emang lagi butuh. Hahaha...
Tak lama kemudian akhirnya kita meninggalkan negosiasi itu,dan kami
berjalan menuju ke Pom bensin di sebelahnya. Kita kembali beristirahat
sejenak,sekaligus beribadah. 10 menit kemudian,Eehh abang sopir colt itu
mengisi bahan bakar di situ dan kembali menawarkan jasanya ke
kami,sampai akhirnya sopir itu setuju dengan negosiasi pertama kami. Mungkin
dia juga butuh duit banget kayak kita. Hehehe….

Segera mungkin kitapun lekas naik ke
colt,pas di dalam,eh.. ternyata ada bule juga naik ke colt,kalo tidak
salah sih 3 orang. Memang yah,Indonesia itu kaya banget. Nga cuma Import
sandang dan kebutuhan pangan sehari-hari saja, bule pun juga ikutan di import
sama Indonesia. Hahahaha.... Selama di perjalanan kami sudah
mendapati pemandangan yang indah,terdapat pohon-pohon besar nan hijau di sekitar serta akses jalannya’pun sudah berkelok-kelok,udara yang terhirup mulai segar.
Kira-kira perjalanan yang ditempuh sekitar 1 ½ jam,hingga pada akhirnya kami sampai
di gerbang perijinan Gunung Bromo.
Waktu
sudah menunjukan hari mulai gelap dan kamipun lekas masuk ke kawasan
wisata gunung Bromo. Begitu kami masuk,mata kami di manjakan oleh
pemandangan gunung Bromo yang sangat Indah dan Mengagumkan. sampai Si penulis sempat
berpikir “ Sungguh betapa indahnya karunia yang di berikan oleh sang pencipta “. Cukup lama kami memandangi dan menikmati suasana Gunung Bromo, Setelah itu kami segera mencari
tempat untuk mendirikan tenda untuk istirahat semalam yang berjumlah 2 unit. Seusai tenda
terbentuk, segeralah kami istirahat sejenak. sebagian anggota beristirahat dengan menikmati suasana alam dan ada beberapa juga yang
tidak beristirahat namun membuat kopi hangat. Udaranya sejuk dan suhunya sangat
dingin sekali, apalagi kalau hari sudah larut malam. Sesuatu yang sangat
menjengkelkan saat kopi yang di buat begitu panas,hanya 1 menit kopinya
cepat dingin. ini pengalaman pertama dan menjadi pelajaran kami 'bahwa, jika memasak apapun di tempat yang suhunya lebih rendah maka segeralah dikonsumsi sebelum menjadi dingin'. Hehehe..
Waktu menunjukan sudah larut malam dan segeralah kami untuk beristirahat, pada malam hari pertama kami sulit untuk tidur, karena udaranya yang dingin meskipun berada di
dalam tenda. Serta Sebelumnya kitapun sudah membuat api unggun namun tetap saja udara
masih terasa dingin. Saat tengah malam kami terganggu oleh suara-suara
anjing liar yang mengaung di sekitar tenda. Salah satu anggota yang satu
tenda dengan penulis ini pun sempat tersenggol badannya oleh anjing
liar tersebut.
Waktu menunjukan sudah mulai pagi, kamipun segera mempersiapkan
diri untuk melanjutkan perjalanan menuju puncak Bromo sembari melihat pemandangan di atas puncak gunung Bromo. dan Spektakulernya di Pagi hari kami disambut dengan Sunset yang Sangat Indah yang berada di atas Bukit Bromo dengan Panorama View yang memberikan kesan tersendiri bagi kami; Layaknya Negeri diatas awan :).
Beriku Inilah
tampilan gunung Bromo jika dilihat dari bukit dimana kami Istirahat dan memasang tenda.
Pemandangan
yang begitu indah nan spektakuler.
Di sekitar lautan pasir gunung Bromopun di selimuti
oleh kabut awan dipagi hari. Sambil menikmati pemandangan, sejenak kamipun merebus mie instan untuk
sarapan pagi.
Setelah selesai sarapan,kamipun membongkar tenda
dan segera melanjutkan perjalanan. kami lekas turun menuruni bukit Bromo menuju ke tangga pendakian gunung Bromo. Selama di
lautan pasir Bromo,tak lupa kami menyempatkan diri untuk berfoto-foto,hitung2 abadikan momen hehe. Singkat
cerita,akhirnya kami sampai juga di puncak gunung Bromo.
Mendaki
gunung Bromo cukup capek dan melelahkan, karena jalannya yang berpasir dan cukup
tinggi,terkadang kami terperosot kembali ke bawah,oksigen juga mulai
menipis,butuh tenaga yang banyak untuk bisa sampai di puncaknya. Namun dari awal perjalanan kami yang begitu berat,Begitu sulit serta Melelahkan sebelum sampai di Gunung Bromo yang tidaklah mudah. terbayarkan semuanya sesampai kita dapat menikmati keindahan alam sang pencipta tersebut.
Pada
sore harinya, kami mulai mempersiapkan diri untuk kembali ke Surabaya.
Seperti biasa, kami pulang dengan berjalan kaki dan sesekali menumpang
dengan truk maupun pick-up yang mau turun kebawah.
Ketika kami berjalan beberapa kilometer dari
kawasan wisata gunung Bromo, beruntungnya kami mendapat tumpangan
pick-up hingga ke terminal Probolinggo. Di terminal Probolinggo itulah, ternyata
beberapa anggota terlihat sudah tidak mampu untuk melanjutkan perjalanan lagi. Hingga akhirnya kami memutuskan untuk naik bus dari terminal Probolinggo hingga ke
Surabaya. Tidak ada suatu hal yang asik dan menarik lainnya selama kami naik bus,kami tidak
bebas untuk meluapkan ekspresi kesenangan kami. Perjalanan sekitar 3 jam lamanya, hingga akhirnya
kami sampai juga di terminal Osowilangon Surabaya,dan kami naik bus kota untuk
kembali ke rumah salah satu anggota kami dimana awal kita berangkat.
Itulah
kisah singkat perjalanan pertama kami di gunung Bromo. Selama masih bisa melangkah kami akan terus
menjelajahi keindahan Serta Pesona Alam yang ada di Indonesia. Selamat bertemu lagi di kisah perjalanan
kami berikutnya. See you the next Trip...
Thanks For Reading and Dont Forget to give comment :-)